Hatinya berkecamuk
jiwanya memberontak keras,
luka yang pernah terhiris dulu berdarah kembali,
dimanakah silapnya diri ini ?
Dia hanya menginginkan secebis kebahagiaan,
bukan penderitaan sepanjang hayatnya ,
Dia memaki hati itu,
hati yang masih degil,
mengapa dia harus setia sedangkan kesetiaannya itu telah
dihancurkan ?
Dia yang bernama sang Adam ,
wajarkah dia kejam terhadap sang Hawa yang lemah ,
hati sang Hawa yang rapuh ,
hancur dicincang sang Adam ,
adilkah dunia pada sang Hawa ?
apakah sang Hawa itu permainan yang menyeronokkan bagi
sang Adam ?
Jika begitu ,
sang Hawa juga berhak bermain dengan hati sang Adam .
jika begitu ,
dunia ini akan muli adil kepada kedua-duanya .
tapi hati yang tulus tidak seharusnya dihancurkan.
No comments:
Post a Comment